Assalmu'alaikum, melanjutkan pembahasan bagian finishing sebelumnya yang sebenarnya memahami finishing dari jenis bahannya masih sangat banyak yang perlu dipelajari. Contoh bahan lain yang ada di finishing secara umum adalah hand modifier, wetting agent, dispersing agent, dan levelling agent. Tetapi yang paling utama adalah zat pengikat yang sudah kami bahas pada bagian sebelumnya.
Lapisan base coat merupakan lapisan pertama pada proses finishing. Lapisan ini harus mempunyai adhesi yang bagus dengan kulit. Apa itu adhesi? Jika tidak maka lapisan finishing akan mudah mengelupas. Bahan apa yang bisa/cocok digunakan sebagai base coat? Bagaimana jika menggunakan kulit yang mempunyai sifat waterproof? Apakah base coat masih bisa menempel dengan kuat?
Medium coat, pada lapisan ini biasanya terdapat zat warna. Apakah ada binder khusus untuk medium coat? Zat pewarna yang digunakan bisa berasal dari dyestuff dan pikmen. dyestuff dan pikmen jika kita beli seharusnya (aslinya) berbentuk serbuk, tetapi dalam finishing kita memakai dyestuff dalam bentuk cairan dan pikmen dalam bentuk cairan kental (pasta). jadi sebenarnya dyestuff dan pikmen yang kita pakai difinishing sudah tidak murni 100%. Apa beda dyestuff pada finishing dengan dyestuff pada proses dyeing (pasca tanning)? Mengapa dyestuff tidak bisa covering sedangkan pikmen bisa mempunyai sifat covering? Apakah zat warna dyestuff dan pikmen bisa dicampur? Apakah ada batasan jumlah pemakaian zat warna? Apakah ada efeknya juka pemakaian terlalu banyak? Apa hubungannya dengan hiding power dan tinting strenght? bagaimana cara pengukurannya?
Lapisan top coat seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa lapisan ini merupakan lapisan paling luar (atas/akhir) dari seluruh lapisan finishing. Berarti kita harus memilih zat perngikat yang dapat berfungsi sebgai pelindung dari faktor eksternal. Selain itu pada lapisan ini bisa juga ditambahkan bahan tambahan (aditif) seperti hand modifier untuk menambah slip (misal silikon). Bagaimana cara memilih zat pengikat untuk top coat agar tahan terhadap faktor eksternal? Bagaimana pengaruh crosslinker jika ditambahkan ke top coat? Bagaimana dengan tingkat kilapnya? Apa itu tingkat kilap? Apakah kita bisa mengatur tingkat kilap dari teknik aplikasinya atau dari bahan kimianya (bahan finishingnya)?
Salah satu cara pengaplikasian cat adalah dengan menggunakan spray gun. Seberapa banyak cat yang harus kita gunakan? Apakah anda pernah mendengar coating amount? Bagaimanakah perhitungannya? Apakah semakin banyak cat yang kita aplikasikan maka akan semakin bagus? Semakin banyak cat yang kita aplikasikan, tentu akan semakin tebal juga lapisan finishingnya. Sebenarnya apakah ada batasan seberapa tebal lapisan cat untuk tiap-tiap jenis artikel kulit? Bagaimana cara pengukurannya? Bagaimana hubungan solid content, coating amount, dan thickness dari cat dalam keadaan basah dan kering?
Saat kita mengaplikasikan cat menggunakan spray gun, tentu saja cat yang kita pakai harus bisa mengalir. Jika cat yang kita gunakan tidak bisa mengalir (misal menggunakan zat pengikat untuk dempul), maka yang cat yang keluar tidak akan membentuk dust spray atau "ceprot-ceprot" (butiran/dust spray-nya terlalu besar) bahkan tidak akan bisa keluar dari spray gun. bagaimana kita bisa mengatur baik menaikkan maupun menurunkan kekentalan/viskositas cat dengan tepat? Apa itu viskositas? Apakah sama viskositas cat untuk masing-masing alat (misal spray gun vs roll coater)?
Cat dipasaran terdapat 2 jenis jika dilihat dari sistem pelarutnya yaitu water based dan solvent based system. Apa itu? Dimanakah perbedaannya? Apakah finishing di kulit juga terdapat 2 sistem tersebut? Apakah setiap jenis artikel harus menggunakan satu sistem? Ataukah bisa menggunakan 2 sistem dalam proses finishing kulit? Misal base coat menggunakan water based dan top coat menggunakan solvent based atau kebalikannya?
Berbeda dengan cat kayu dan cat tembok, untuk cat kulit bisanya ada proses plating/seterika. Apa fungsi dari plating? Bagaimana cara menentukan suhu, waktu dan tekanan pada prose plating? Apakah setiap lapisan finishing bisa dan perlu diplating? Apa yang terjadi pada lapisan finishing saat diplating?
Apakah anda familier dengan istilah bleeding? Apa itu bleeding? Kenapa bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Mungkin akan kita bahas pada bab lainnya bagian problem atau permasalahan.
NB : saat mau aplikasi cat water based tentu kita memakai pengencer/perlarut air. Apakah anda setiap kali aplikasi selalu habis ataukah masih ada sisa yang lumayan banyak? Kalau masih ada sisa, maka :
- Apakah dalam penyimpanannya lama-kelamaan akan muncul bau busuk?
- Jika menggunakan zat warna pikmen, apakah akan mengendap dan akan mengeras?
Terima kasih, semoga bermanfaat
Wassalamu'aikum











