Memahami Konsep Pengolahan Kulit Bag. 3B Cat/Finishing


Assalmu'alaikum, melanjutkan pembahasan bagian finishing sebelumnya yang sebenarnya memahami finishing dari jenis bahannya masih sangat banyak yang perlu dipelajari. Contoh bahan lain yang ada di finishing secara umum adalah hand modifier, wetting agent, dispersing agent, dan levelling agent. Tetapi yang paling utama adalah zat pengikat yang sudah kami bahas pada bagian sebelumnya.

Lapisan base coat merupakan lapisan pertama pada proses finishing. Lapisan ini harus mempunyai adhesi yang bagus dengan kulit. Apa itu adhesi? Jika tidak maka lapisan finishing akan mudah mengelupas. Bahan apa yang bisa/cocok digunakan sebagai base coat? Bagaimana jika menggunakan kulit yang mempunyai sifat waterproof? Apakah base coat masih bisa menempel dengan kuat?

Medium coat, pada lapisan ini biasanya terdapat zat warna. Apakah ada binder khusus untuk medium coat? Zat pewarna yang digunakan bisa berasal dari dyestuff dan pikmen. dyestuff dan pikmen jika kita beli seharusnya (aslinya) berbentuk serbuk, tetapi dalam finishing kita memakai dyestuff dalam bentuk cairan dan pikmen dalam bentuk cairan kental (pasta). jadi sebenarnya dyestuff dan pikmen yang kita pakai difinishing sudah tidak murni 100%. Apa beda dyestuff pada finishing dengan dyestuff pada proses dyeing (pasca tanning)? Mengapa dyestuff tidak bisa covering sedangkan pikmen bisa mempunyai sifat covering? Apakah zat warna dyestuff dan pikmen bisa dicampur? Apakah ada batasan jumlah pemakaian zat warna? Apakah ada efeknya juka pemakaian terlalu banyak? Apa hubungannya dengan hiding power dan tinting strenght? bagaimana cara pengukurannya?

Lapisan top coat seperti yang sudah kami singgung di atas, bahwa lapisan ini merupakan lapisan paling luar (atas/akhir) dari seluruh lapisan finishing. Berarti kita harus memilih zat perngikat yang dapat berfungsi sebgai pelindung dari faktor eksternal. Selain itu pada lapisan ini bisa juga ditambahkan bahan tambahan (aditif) seperti hand modifier untuk menambah slip (misal silikon). Bagaimana cara memilih zat pengikat untuk top coat agar tahan terhadap faktor eksternal? Bagaimana pengaruh crosslinker jika ditambahkan ke top coat? Bagaimana dengan tingkat kilapnya? Apa itu tingkat kilap? Apakah kita bisa mengatur tingkat kilap dari teknik aplikasinya atau dari bahan kimianya (bahan finishingnya)?

Salah satu cara pengaplikasian cat adalah dengan menggunakan spray gun. Seberapa banyak cat yang harus kita gunakan? Apakah anda pernah mendengar coating amount? Bagaimanakah perhitungannya? Apakah semakin banyak cat yang kita aplikasikan maka akan semakin bagus? Semakin banyak cat yang kita aplikasikan, tentu akan semakin tebal juga lapisan finishingnya. Sebenarnya apakah ada batasan seberapa tebal lapisan cat untuk tiap-tiap jenis artikel kulit? Bagaimana cara pengukurannya? Bagaimana hubungan solid content, coating amount, dan thickness dari cat dalam keadaan basah dan kering?

Saat kita mengaplikasikan cat menggunakan spray gun, tentu saja cat yang kita pakai harus bisa mengalir. Jika cat yang kita gunakan tidak bisa mengalir (misal menggunakan zat pengikat untuk dempul), maka yang cat yang keluar tidak akan membentuk dust spray atau "ceprot-ceprot" (butiran/dust spray-nya terlalu besar) bahkan tidak akan bisa keluar dari spray gun. bagaimana kita bisa mengatur baik menaikkan maupun menurunkan kekentalan/viskositas cat dengan tepat? Apa itu viskositas? Apakah sama viskositas cat untuk masing-masing alat (misal spray gun vs roll coater)?

Cat dipasaran terdapat 2 jenis jika dilihat dari sistem pelarutnya yaitu water based dan solvent based system. Apa itu? Dimanakah perbedaannya? Apakah finishing di kulit juga terdapat 2 sistem tersebut? Apakah setiap jenis artikel harus menggunakan satu sistem? Ataukah bisa menggunakan 2 sistem dalam proses finishing kulit? Misal base coat menggunakan water based dan top coat menggunakan solvent based atau kebalikannya?

Berbeda dengan cat kayu dan cat tembok, untuk cat kulit bisanya ada proses plating/seterika. Apa fungsi dari plating? Bagaimana cara menentukan suhu, waktu dan tekanan pada prose plating? Apakah setiap lapisan finishing bisa dan perlu diplating? Apa yang terjadi pada lapisan finishing saat diplating?

Apakah anda familier dengan istilah bleeding? Apa itu bleeding? Kenapa bisa terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Mungkin akan kita bahas pada bab lainnya bagian problem atau permasalahan.

NB : saat mau aplikasi cat water based tentu kita memakai pengencer/perlarut air. Apakah anda setiap kali aplikasi selalu habis ataukah masih ada sisa yang lumayan banyak? Kalau masih ada sisa, maka :
  1. Apakah dalam penyimpanannya lama-kelamaan akan muncul bau busuk?
  2. Jika menggunakan zat warna pikmen, apakah akan mengendap dan akan mengeras?
Terima kasih, semoga bermanfaat
Wassalamu'aikum
Share:

Perhitungan Soda Untuk Menaikkan Basisitas Krom Sulfat

 


Assalamu'aikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh,

Kali ini kita akan membahas darimana rumus perhitungan berat soda yang diperlukan untuk menaikkan basisitas krom sulfat pada saat tanning. Rumusnya adalah :

Berat soda yang diperlukan = (basisitas akhir-basisitas awal) x berat Cr2O3 x faktor soda

Share:

Memahami Konsep Pengolahan Kulit Bag. 3A Bahan Finishing



Assalamu'alaikum...
Melanjutkan konsep pengolahan kulit dari yang sebelumnya.
Finishing merupakan tahap akhir dari serangkaian proses pengolahan kulit. Dalam proses finishing secara teori ada 3 lapisan yaitu basecoat, medium coat dan top coat. Masing-masing lapisan mempunyai tujuan/fungsi yang berbeda. Misalkan saja top coat yang merupakan lapisan akhir maka pada lapisan ini harus dibuat agar tahan dari faktor eksternal seperti gosokan dan benturan. Selain itu juga, pada lapisan top coat bisa ditambahkan slip agent sebagai hand modifier. Berbeda dengan base coat yang langsung bersinggungan dengan permukaan kulit, maka tidak diperlukan hand modifier

Share:
Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript

Labels

acid dyestuff air air sadah air sadah. alam alami analisa antemortem anti jamur anti oksidan antik artikel asam amino assessing auksokrom auxiliaries auxiliary awet awetan bahan kimia bahan kimia finishing bahan pembantu barang jadi base coat basifikasi basisitas bating beam house operation bebas bebas krom beeswax BHO biawak biaya biji kesumba Binder biodegradable bixin buang bulu buaya bunga cacat cacat kulit cahaya castor chrome tanned color coat colour coat cost crazy horse crosslinking agent crust crust dyed DAC DAS daun deacidification Defek Defek Iklim Defek Jenis Bangsa Defek kulit Defek Lingkungan Defek Makanan Defek Musim degreasing deliming dermis dialdehid domba download dyed dyeing dyes dyestuff eco eco-friendly ecoprint ekstraksi emulsi enzim enzyme epidermis fatliquor fatliquoring fiksasi finishing fisis free chrome fruit fruit leather full grain fungsi garam garam jenuh garam tabur grading green technology grey scale hewan hipodermis ikan pari istilah istilah kulit jaket jaringan jenis jenis artikel jenis artikel kulit jenis dyestuff journal jurnal kadar air kambing kandungan karakter dyestuff kelarutan kelarutan dyestuff kelunturan keringat kerusakan kerusakan kulit kesumba ketahanan warna kimiawi klasifikasi klasiikasi klasik konsep krom krom sulfat kromofor kromogen kualitas kuantitatif kulit kulit box kulit jadi kulit krus kulit loose kulit mentah kulit pickle kulit samak kulit segar kulit ular lapisan finishing LARE LARE-PU leaher leather leather laptop light fastness limbah limbah cair limbah industri pengolahan kulit limbah padat liming longgar kulit longgar loose luas luas kulit luas leather luka macam dyestuff matching color matching colour medium coat menguning mentah metameri metameric metamerism minyak mutu nabati nano-silika nature netralisasi neutralisation neutralization Oksasolidin oksazolidin organoleptis oxazolidine panca indera Pasca Tanning pelarut pemanfaatan pemanfaatan limba pembasahan pemeliharaan peminyakan pencucian pengasaman pengawetan pengolahan pengolahan kulit pengolahan limbah pengujian pengujian crust dyed pengujian dyestuff pengujian leather penjualan penjualan kulit penyakit penyamakan penyamakan bebas krom penyimpanan perawatan perendaman pewarna pewarna alam pewarnaan pewarnaan dasar pH pH Dyestuff pickle pickling polipeptida Post Tanning post-mortem postmortem print problem solving proses proses basah Proses pasca protein pudar pull up ramah lingkungan reptile resep resep fruit leather retannign I retanning retanning II review review journal saddle samak sapi senyawa bixin sepatu silika sinar matahari sisa sisa proses size skin snake soaking soda solvent sortasi spray staining struktur sulphited surfactant surfaktan syarat lapisan finishing tanin tanned Tanning tanning krom tanning mineral tes test tipe tipe dyestuff titrasi top coat translucent transparan tujuan tujuan finishing tumbuhan uji uji fisis uji kimiawi ukuran ular unhairing upper vegetable vegtan vitamin e warna warna luntur wax wet blue yellowing yogyakarta

Blog Archive