Memahami Konsep Pengolahan Kulit Bag. 3A Bahan Finishing



Assalamu'alaikum...
Melanjutkan konsep pengolahan kulit dari yang sebelumnya.
Finishing merupakan tahap akhir dari serangkaian proses pengolahan kulit. Dalam proses finishing secara teori ada 3 lapisan yaitu basecoat, medium coat dan top coat. Masing-masing lapisan mempunyai tujuan/fungsi yang berbeda. Misalkan saja top coat yang merupakan lapisan akhir maka pada lapisan ini harus dibuat agar tahan dari faktor eksternal seperti gosokan dan benturan. Selain itu juga, pada lapisan top coat bisa ditambahkan slip agent sebagai hand modifier. Berbeda dengan base coat yang langsung bersinggungan dengan permukaan kulit, maka tidak diperlukan hand modifier

Sebelum masuk ke inti dari finishing, kami akan membahas dahulu pemahaman dari segi bahasa biar tidak ada miskom.

Apakah anda pernah melakukan penge-cat-an kayu, mobil, motor atau tembok? Cat menurut KBBI (teknik) merupakan bahan cair kental yang dibuat dari bahan pigmen dan zat pengikat, dapat diberi zat pewarna untuk mewarnai permukaan kayu, logam yang berfungsi sebagai lapisan pelindung dan dekorasi. Disitu jelas bahwa cat "dapat diberi zat pewarna". jadi jika tidak ada zat pewarna maka hasil cat-nya clear/transparan/tidak berwarna. Dapat disimpulkan bahwa cat tidak harus berwarna. Jika anda beli di toko, maka anda juga pasti bilangnya beli cat, misal : cat clear.

Dari uraian KBBI diatas, cat juga dapat disimpulkan campuran dari bahan pigmen, zat pengikat dan zat pewarna (jika dibutuhkan). Jadi jika kita membeli cat di toko berarti kita membeli campuran dari bahan-bahan tersebut. Sedangkan proses finishing di kulit, biasanya bahkan semua industri pengolahan kulit dalam membuat cat melakukan pencampuran sendiri (tidak membeli cat jadi di toko cat). Apakah cat hanya terdiri dari 3 bahan/komposisi yang disebutkan oleh KBBI? Apakah ada tambahan bahan lainnya? Apakah ada cara untuk menguji propertis dan atau karakter dari bahan-bahan tersebut agar tidak keliru (misal : antara pigmen vs dyestuff)?

Apa itu bahan "pigmen" yang dimaksud oleh KBBI? Sasma atau tidak dengan pigmen warna? Apakah zat pewarna pada finishing kulit hanya berasal dari pigmen? Ada berapa jenis zat pewarna dan bagaimana pengaruhnya terhadap finishing di kulit?

Zat pengikat merupakan bahan utama dari cat. Jika tidak ada zat pengikat maka bahan-bahan lain tidak bisa terikat menempel pada kulit. Jadi apa itu zat pengikat? Apakah zat pengikat itu sama dengan binder? Contoh isi bahan utama dari zat pengikat adalah akrilik dan poliuretan. Apa itu akrilik? apa itu poliuretan? Sama ataukah beda? Apakah tahapan dari base coat sampai dengan top coat harus sama menggunakan akrilik semua, ataukah bisa berbeda? Apakah dalam satu tahapan (misal : base coat) bisa menggunakan campuran antara akrilik dan poliuretan? Apakah ada zat pengikat yang berasal dari alam digunakan pada finishing kulit?

Apakah anda pernah mendengar Tg zat pengikat? Apa itu Tg? Apakah beda dengan MFFT? Apakah beda atau sama dengan kekerasan film zat pengikat pada saat zat pengikat sudah kering setelah diaplikasikan? Dalam finishing penggunaan zat pengikat dari base coat sampai top coat mempunyai Tg dari rendah ke tinggi. Tetapi bagaimana kita bisa menentukan Tg dari zat pengikat? Sebenarnya seberapa besar Tg dari zat pengikat yang kita gunakan untuk masing-masing lapisan finishing di kulit? Apakah penambahan glikol dapat menurunkan Tg dan MFFT? Bagaimana pengaruhnya terhadap kekerasan film pada saat zat pengikat sudah kering sempurna? Kapan zat pengikat dikatakan kering sempurna? Bagaimana cara menentukannya?

Tiap-tiap artikel dari soft seperti sarung tangan sampai ke yang lenting seperti atasan sepatu mempunyai karakter kulit yang berbeda. Bagaimana menentukan penggunaan zat pengikat untuk tiap-tiap artikel? Apakah zat pengikat untuk glove sama dengan zat pengikat untuk sepatu?

Bersambung....
Wassalamu'alikum...


Share:
Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript

Labels

acid dyestuff air air sadah air sadah. alam alami analisa antemortem anti jamur anti oksidan antik artikel asam amino assessing auksokrom auxiliaries auxiliary awet awetan bahan kimia bahan kimia finishing bahan pembantu barang jadi base coat bating beam house operation bebas bebas krom beeswax BHO biawak biaya biji kesumba Binder biodegradable bixin buang bulu buaya bunga cacat cacat kulit cahaya castor chrome tanned color coat colour coat cost crazy horse crosslinking agent crust crust dyed DAC DAS daun deacidification Defek Defek Iklim Defek Jenis Bangsa Defek kulit Defek Lingkungan Defek Makanan Defek Musim degreasing deliming dermis dialdehid domba download dyed dyeing dyes dyestuff eco eco-friendly ecoprint ekstraksi emulsi enzim enzyme epidermis fatliquor fatliquoring fiksasi finishing fisis free chrome fruit fruit leather full grain fungsi garam garam jenuh garam tabur grading green technology grey scale hewan hipodermis ikan pari istilah istilah kulit jaket jaringan jenis jenis artikel jenis artikel kulit jenis dyestuff journal jurnal kadar air kambing kandungan karakter dyestuff kelarutan kelarutan dyestuff kelunturan keringat kerusakan kerusakan kulit kesumba ketahanan warna kimiawi klasifikasi klasiikasi klasik konsep krom kromofor kromogen kualitas kuantitatif kulit kulit box kulit jadi kulit krus kulit loose kulit mentah kulit pickle kulit samak kulit segar kulit ular lapisan finishing LARE LARE-PU leaher leather leather laptop light fastness limbah limbah cair limbah industri pengolahan kulit limbah padat liming longgar kulit longgar loose luas luas kulit luas leather luka macam dyestuff matching color matching colour medium coat menguning mentah metameri metameric metamerism minyak mutu nabati nano-silika nature netralisasi neutralisation neutralization Oksasolidin oksazolidin organoleptis oxazolidine panca indera Pasca Tanning pelarut pemanfaatan pemanfaatan limba pembasahan pemeliharaan peminyakan pencucian pengasaman pengawetan pengolahan pengolahan kulit pengolahan limbah pengujian pengujian crust dyed pengujian dyestuff pengujian leather penjualan penjualan kulit penyakit penyamakan penyamakan bebas krom penyimpanan perawatan perendaman pewarna pewarna alam pewarnaan pewarnaan dasar pH pH Dyestuff pickle pickling polipeptida Post Tanning post-mortem postmortem print problem solving proses proses basah Proses pasca protein pudar pull up ramah lingkungan reptile resep resep fruit leather retannign I retanning retanning II review review journal saddle samak sapi senyawa bixin sepatu silika sinar matahari sisa sisa proses size skin snake soaking solvent sortasi spray staining struktur sulphited surfactant surfaktan syarat lapisan finishing tanin tanned Tanning tanning krom tanning mineral tes test tipe tipe dyestuff titrasi top coat translucent transparan tujuan tujuan finishing tumbuhan uji uji fisis uji kimiawi ukuran ular unhairing upper vegetable vegtan vitamin e warna warna luntur wax wet blue yellowing yogyakarta

Blog Archive