Perhitungan Soda Untuk Menaikkan Basisitas Krom Sulfat

 


Assalamu'aikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh,

Kali ini kita akan membahas darimana rumus perhitungan berat soda yang diperlukan untuk menaikkan basisitas krom sulfat pada saat tanning. Rumusnya adalah :

Berat soda yang diperlukan = (basisitas akhir-basisitas awal) x berat Cr2O3 x faktor soda

I. Basisitas
Basisitas adalah :

Krom (Cr) mempunyai valensi 3, jadi jumlah maksimal OH- yang bisa terikat adalah 3
Cr2(SO4)3 = tidak ada  OH- terikat maka 0/(2x3) x 100 % = 0%
Cr(OH)3 sebanyak 3 OH- terikat maka 3/3 x 100 % = 100%

II. Reaksi
Untuk menaikkan basisitas krom sulfat dari 0% menjadi 100% maka reaksinya adalah :

Cr2(SO4)3 + 6 NaOH -> 2 Cr(OH)3 + 3 Na2SO4

*Perbandingan koefisien reaksinya = 1 : 6 : 2 : 3
*Jadi untuk menaikkan 1 mol Cr2(SO4)3 basisitas 0% menjadi Cr(OH)3 basisitas 100% diperlukan 6 mol NaOH
*1 mol Cr2(SO4)3  ekuivalen 2 mol Cr
Jadi setiam 1 mol Cr membutuhkan = 6/2 = 3 mol NaOH ekuivalen 3 mol OH-

III. Perhitungan mol
Jika kita ingin menaikkan basisitas dari 0 -> 50  dengan jml krom 1 mol berarti membutuhkan OH- = 50/100 x 3 = 1,5 mol
*Jika kita ingin menaikkan basisitas dari 0 -> 100 dengan jml krom 3 mol berarti membutuhkan OH- = 3 x 3 = 9 mol
*Jika kita ingin menaikkan basisitas dari 0 -> 50 dengan jml krom 3 mol berarti membutuhkan OH- = 50/100 x 3 x 3 = 4,5 mol
Jadi dapat kita simpulkan kebutuhan mol OH- = selisih basisitas x mol krom x 3 ……… persamaan 1

IV. Mol Krom
*Kadar krom tidak bisa dihitung dari krom murni dan krom sulfat. Penentuan kadar krom hanya bisa dihitung dari krom oksida Cr2O3
*Setiap 1 mol Cr2O3 ekuivalen 2 mol krom
*Jadi mol krom = 2 x mol Cr2O3, sedangkan mol Cr2O3 = Berat Cr2O3/Mr Cr2O3
Maka mol krom = 2 x Berat Cr2O3 dibagi Mr Cr2O3………. Persamaan 2

V, Persamaan
Kita gabungkan persamaan 1 dan 2
mol OH- = selisih basisitas x mol krom x 3 ……… persamaan 1
mol krom = 2 x Berat Cr2O3 dibagi Mr Cr2O3………. Persamaan 2


VI. Faktor Soda
*Jika menggunakan NaOH murni 100%, Mr = 40
*1 mol NaOH ekuivalen 1 mol OH-
*Berat NaOH = mol x Mr
*Mr Cr2O3 = 152
*Dan Basisitas ditulis dalam persen, maka


Angka 0,01579 inilah yang merupakan faktor soda

Selanjutnya mencari faktor soda untuk menaikkan basisitas jika menggunakan soda abu
*Kita anggap Na2CO3 murni, 100%, Mr = 106
*1 mol Na2CO3 ekuivalen 2 mol OH-, maka 1 mol OH = 1/2 mol Na2CO3
Persamaannya menjadi




Sekian dari kami semoga bermanfaat
Terimaksih alm. Bp. Eddy Purnomo
Wasslamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

NB : bagaimana jika memakai masking? bukankah kita sudah memakai soda untuk masking, kenapa proses basifikasi semakin lama?
Share:
Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript

Labels

acid dyestuff air air sadah air sadah. alam alami analisa antemortem anti jamur anti oksidan antik artikel asam amino assessing auksokrom auxiliaries auxiliary awet awetan bahan kimia bahan kimia finishing bahan pembantu barang jadi base coat basifikasi basisitas bating beam house operation bebas bebas krom beeswax BHO biawak biaya biji kesumba Binder biodegradable bixin buang bulu buaya bunga cacat cacat kulit cahaya castor chrome tanned color coat colour coat cost crazy horse crosslinking agent crust crust dyed DAC DAS daun deacidification Defek Defek Iklim Defek Jenis Bangsa Defek kulit Defek Lingkungan Defek Makanan Defek Musim degreasing deliming dermis dialdehid domba download dyed dyeing dyes dyestuff eco eco-friendly ecoprint ekstraksi emulsi enzim enzyme epidermis fatliquor fatliquoring fiksasi finishing fisis free chrome fruit fruit leather full grain fungsi garam garam jenuh garam tabur grading green technology grey scale hewan hipodermis ikan pari istilah istilah kulit jaket jaringan jenis jenis artikel jenis artikel kulit jenis dyestuff journal jurnal kadar air kambing kandungan karakter dyestuff kelarutan kelarutan dyestuff kelunturan keringat kerusakan kerusakan kulit kesumba ketahanan warna kimiawi klasifikasi klasiikasi klasik konsep krom krom sulfat kromofor kromogen kualitas kuantitatif kulit kulit box kulit jadi kulit krus kulit loose kulit mentah kulit pickle kulit samak kulit segar kulit ular lapisan finishing LARE LARE-PU leaher leather leather laptop light fastness limbah limbah cair limbah industri pengolahan kulit limbah padat liming longgar kulit longgar loose luas luas kulit luas leather luka macam dyestuff matching color matching colour medium coat menguning mentah metameri metameric metamerism minyak mutu nabati nano-silika nature netralisasi neutralisation neutralization Oksasolidin oksazolidin organoleptis oxazolidine panca indera Pasca Tanning pelarut pemanfaatan pemanfaatan limba pembasahan pemeliharaan peminyakan pencucian pengasaman pengawetan pengolahan pengolahan kulit pengolahan limbah pengujian pengujian crust dyed pengujian dyestuff pengujian leather penjualan penjualan kulit penyakit penyamakan penyamakan bebas krom penyimpanan perawatan perendaman pewarna pewarna alam pewarnaan pewarnaan dasar pH pH Dyestuff pickle pickling polipeptida Post Tanning post-mortem postmortem print problem solving proses proses basah Proses pasca protein pudar pull up ramah lingkungan reptile resep resep fruit leather retannign I retanning retanning II review review journal saddle samak sapi senyawa bixin sepatu silika sinar matahari sisa sisa proses size skin snake soaking soda solvent sortasi spray staining struktur sulphited surfactant surfaktan syarat lapisan finishing tanin tanned Tanning tanning krom tanning mineral tes test tipe tipe dyestuff titrasi top coat translucent transparan tujuan tujuan finishing tumbuhan uji uji fisis uji kimiawi ukuran ular unhairing upper vegetable vegtan vitamin e warna warna luntur wax wet blue yellowing yogyakarta

Blog Archive