Sulphited Fatliquor

Minyak VS Fatliquor


Assalamu'alaikum wr wb,

Kali ini kami akan membahas tentang fatliquor. Fatliquor merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan pada proses pengolahan kulit yang fungsi utamanya sebagai lubrikasi. Bahan ini juga sering digunakan untuk menambah kelemasan kulit. Seperti pada pemabahsan sebelumnya bahan baku pembuatan fatliquor bisa berasal dari minyak nabati maupun hewani, bisa juga dari mineral ataupun sintetis. Untuk struktur kimianya ada minyak jenuh dan tidak jenuh. Tetapi apakah semua minyak bisa dibuat jadi sulpihted fatliquor?

Salah satu proses pembuatan fatliquor adalah dengan sulfatasi yaitu menambah gugus sulfat pada minyak dengan jalan mereaksikan minyak dengan asam sulfat sehingga minyak mempunyai gugus polar sulfat yang dapat bercampur dengan air dan nantinya dapat berikatan dengan kulit. Kelemahan dari penggunaan asam sulfat sebagai pereaksi adalah sifatnya yang korosif. Maka kami mencoba membuat sulphited fatliquor dengan mereaksikan castor oil atau minyak jarak dengan sodium metabisulfit (N2S2O5). Selain prosesnya lebih aman, sulphited fatliquor emulsinya lebih stabil jika dibandingkan dengan sulphated fatliquor.

Proses pembuatan sulphited fatlqiuor dari bahan castor oil adalah dengan menambahkan sodium metabisulfit dengan bantuan air pada suhu 60-70 0C selama kurang lebih 4 jam. Pada saat penambahan air, sodium metabisulfit akan terlarut membentuk sodium bisulfit (NaHSO3). Gugus sulfit yang terbentuk akan berikatan dengan minyak pada ikatan rangkap rantai karbon asam lemaknya.

Untuk memastikan apakah percobaan berhasil maka dilakukan pengujian. Pengujian yang pertama adalah kelarutannya terhadap air untuk memastikan apakah fatliquor bisa bercampur dengan air atau tidak. Pengujian dibandingkan dengan minyak murni castor oil (minyak jarak). Minyak murni akan tetap terpisah jika ditambahkan dengan air hangat. Walaupun pada awalnya bisa bercampur, tetapi jika didiamkan akan tetap menjadi dua lapisan cairan. Hal ini dikarenakan minyak bersifat nonpolar sedangkan air bersifat polar. Sedangkan sulphited hasil percobaan kami dapat bercampur baik dengan air dan tidak terpisah. 

Untuk mengetahui apakah sulphated atau sulphited fatliquor, kami melakukan uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) baik pada minyak murni castor oil (minyak jarak) dan fatliquor buatan kami. Dari hasil spektrum uji FTIR, kami menanyakan ke GPT. Kesimpulan jawabannya memang hasil fatliquor yang kami buat adalah sulphited fatliquor bukan sulphated fatliquor.

Untuk membuktikan apakah fatliquor kami bisa digunakan pada proses fatliquoring, kami mencobanya pada kulit wet blue domba. Proses fatliquoring kami lakukan seperti proses pada umumnya tanpa menggunakan bahan tambahan lain dengan netralisasi pada pH 6 (Indikator BCG berwarna biru). Sedangkan fiksasi selesai pada pH 3,5 hanya menggunakan asam formiat. Dari hasil kulit menunjukkan kulit yang menggunakan fatliquor buatan kami terasa lemas dan lembut. Sedangkan kulit tanpa fatliquor terasa kaku. Hal ini membuktikan bahwa kulit tanpa fatliquor tidak akan bisa lemas jika tanpa fatliquor walaupun netralisasinya mencapai pH 6.


 

semoga bermanfaat,

Wassalamu'alaikum wr wb

Share:
Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript

Labels

acid dyestuff air air sadah air sadah. alam alami analisa antemortem anti jamur anti oksidan antik artikel asam amino assessing auksokrom auxiliaries auxiliary awet awetan bahan kimia bahan kimia finishing bahan pembantu barang jadi base coat bating beam house operation bebas bebas krom beeswax BHO biawak biaya biji kesumba Binder biodegradable bixin buang bulu buaya bunga cacat cacat kulit cahaya castor chrome tanned color coat colour coat cost crazy horse crosslinking agent crust crust dyed DAC DAS daun deacidification Defek Defek Iklim Defek Jenis Bangsa Defek kulit Defek Lingkungan Defek Makanan Defek Musim degreasing deliming dermis dialdehid domba download dyed dyeing dyes dyestuff eco eco-friendly ecoprint ekstraksi emulsi enzim enzyme epidermis fatliquor fatliquoring fiksasi finishing fisis free chrome fruit fruit leather full grain fungsi garam garam jenuh garam tabur grading green technology grey scale hewan hipodermis ikan pari istilah istilah kulit jaket jaringan jenis jenis artikel jenis artikel kulit jenis dyestuff journal jurnal kadar air kambing kandungan karakter dyestuff kelarutan kelarutan dyestuff kelunturan keringat kerusakan kerusakan kulit kesumba ketahanan warna kimiawi klasifikasi klasiikasi klasik konsep krom kromofor kromogen kualitas kuantitatif kulit kulit box kulit jadi kulit krus kulit loose kulit mentah kulit pickle kulit samak kulit segar kulit ular lapisan finishing LARE LARE-PU leaher leather leather laptop light fastness limbah limbah cair limbah industri pengolahan kulit limbah padat liming longgar kulit longgar loose luas luas kulit luas leather luka macam dyestuff matching color matching colour medium coat menguning mentah metameri metameric metamerism minyak mutu nabati nano-silika nature netralisasi neutralisation neutralization Oksasolidin oksazolidin organoleptis oxazolidine panca indera Pasca Tanning pelarut pemanfaatan pemanfaatan limba pembasahan pemeliharaan peminyakan pencucian pengasaman pengawetan pengolahan pengolahan kulit pengolahan limbah pengujian pengujian crust dyed pengujian dyestuff pengujian leather penjualan penjualan kulit penyakit penyamakan penyamakan bebas krom penyimpanan perawatan perendaman pewarna pewarna alam pewarnaan pewarnaan dasar pH pH Dyestuff pickle pickling polipeptida Post Tanning post-mortem postmortem print problem solving proses proses basah Proses pasca protein pudar pull up ramah lingkungan reptile resep resep fruit leather retannign I retanning retanning II review review journal saddle samak sapi senyawa bixin sepatu silika sinar matahari sisa sisa proses size skin snake soaking solvent sortasi spray staining struktur sulphited surfactant surfaktan syarat lapisan finishing tanin tanned Tanning tanning krom tanning mineral tes test tipe tipe dyestuff titrasi top coat translucent transparan tujuan tujuan finishing tumbuhan uji uji fisis uji kimiawi ukuran ular unhairing upper vegetable vegtan vitamin e warna warna luntur wax wet blue yellowing yogyakarta

Blog Archive